Hutan Tropis

Materi  :  HUTAN TROPIS

Pengertian dan Definisi Hutan

Hutan bukan hanya sekumpulan individu pohon tetapi merupakan suatu masyarakat tumbuhan yang kompleks, terdiri dari pohon juga tumbuhan bawah, jasad renik tanah, dan hewan lainnya. Satu sama lainnya terjadi hubungan ketergantungan.

Hutan merupakan suatu ekosistem yang dibentuk atau tersusun oleh berbagai komponen yang tidak bisa berdiri sendiri, tidak dapat dipisah-pisahkan, bahkan saling mempengaruhi dan saling bergantung. Banyak yang memberi definisi dan pengertian tentang hutan. Pada Undang – Undang RI No. 41 Tahun 1999 mencantumkan Hutan adalah kesatuan ekosistem berupa hamparan lahan berisi sumber daya alam hayati yang didominasi pepohonan dalam persekutuan alam lingkungannya, yang satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan. Pendapat lain mendefinisikan Hutan sebagai lapangan yang ditumbuhi pepohonan yang secara keseluruhan merupakan persekutuan hidup alam hayati beserta alam lingkungannya atau ekosistem (Kadri dkk., 1992).

Klasifikasi Hutan

Hutan yang merupakan kumpulan pohon-pohon pada hamparan yang luas dapat digolongkan menurut tujuan pengelolaan sebagai berikut :

1.  Susunan Jenis

Hutan murni ialah hutan yang seluruhnya atau hampir semua dari jenis yang sama.
Hutan campuran ialah hutan yang tersusun dari dua atau lebih jenis pohon.
Baik hutan murni atau campuran dapat berupa seumur, tidak seumur atau segala umur.

2.  Kerapatan Tegakan

Hutan-hutan berbeda dalam hal jumlah pohon dan volume per hektar, luas bidang dasar dan kriteria lainnya.
Perbedaan antara sebuah tegakan yang rapat dan jarang, lebih mudah dilihat bila menggunakan kriteria pembukaan tajuknya. Sedangkan kerapatan berdasarkan volume, luas bidang dasar, dan jumlah batang per hektar dapat diketahui melalui pengukuran. Untuk lebih praktis ada kelas kerapatan tajuk yaitu:

  1. Rapat, bila terdapat lebih dari 70% penutupan tajuk
  2. Cukup, bila terdapat 40 – 70% penutupan tajuk
  3. Jarang, bila terdapat kurang dari 40% penutupan tajuk.

Hutan  yang terlalu rapat, pertumbuhannya akan lambat, karena persaingan yang keras terhadap sinar matahari, air dan  unsur hara mineral. Stagnaasi pertumbuhan akan terjadi, tetapi tidak terus berlangsung karena pohon-pohon yang lemah akan mati karena persaingan, dan penguasaan oleh pohon-pohon yang kuat.

Sebaliknya hutan yang terlalu jarang, terbuka atau hutan rawang, akan menghasilkan pohon-pohon dengan tajuk besar dan banyak percabangan dengan batang yang pendek.
Hutan yang dikelola dengan baik, kerapatannya dipelihara pada tingkat yang optimum, sehingga pohon-pohonnya dapat dengan maksimal memanfaatkan air, sinar matahari dan unsur hara dalam tanah.

Hutan yang tajuknya kurang rapat berfungsi kurang efesien, kecuali bila ada celah yang terbuka, diisi dengan permudaan hutan atau pohon-pohon muda.  Tempat-tempat terbuka tersebut biasanya ditumbuhi gulma yang mengganggu pertumbuhan jenis-jenis pohon utama atau tanaman pokok.

3. Komposisi Umur

Hutan seumur adalah Suatu hutan yang ditanam pada waktu bersamaan. Meskipun demikian ukurannya dapat berbeda karena perbedaan laju pertumbuhan.

Hutan segala umur terdiri dari pohon-pohon yang besar hingga tingkat semai. Jadi meliputi berbagai umur maupun ukuran.

Hutan tidak seumur adalah hutan yang hanya mempunyai dua atau tiga kelompok umur atau ukuran.  Misalnya hutan yang terdiri dari pohon-pohon yang sudah masak tebang, miskin riap dan ukuran pancangnya saja.

Hutan segala umur biasanya penyebaran ukurannya lebih beragam dan umumnya jenis yang lebih toleran naungan. Sementara hutan seumur umumnya terdiri dari jenis intoleran. Gangguan alam seperti angin topan, kebakaran, bencana alam ataupun penebangan berlebihan menciptakan celah di dalam hutan sehingga menciptakan kelompok-kelompok yang tidak seumur.
Adanya variasi hutan menyebabkan sulitnya pelaksanaan praktek silvikultur, seperti pada hutan alam produksi di berbagai tempat di Indonesia.

4. Tipe Hutan

Tipe hutan ialah istilah yang digunakan bagi kelompok tegakan yang mempunyai ciri-ciri yang sama dalam susunan jenis dan perkembangannya.  Ini disebabkan oleh faktor-faktor ekologi tertentu, merupakan kelompok alami atau asosiasi berbagai jenis pohon yang tumbuh bersama pada suatu daerah yang luas. Tipe hutan diberi nama menurut satu atau lebih jenis pohon yang dominan. Cara yang lazim digunakan di Indonesia menurut formasi hutan, yaitu suatu kelompok vegetasi yang mempunyai bentuk (life form) yang sama. Misalnya pembagian menurut Van Steenis (1950), seperti berikut ini.

  1. Hutan hujan tropika selalu hijau dataran rendah.
  2. Hutan hujan tropika pegunungan rendah.
  3. Hutan hujan tropika pegunungan tinggi.
  4. Hutan tropika sub alpin
  5. Hutan  kerangas
  6. Hutan pada batu kapur
  7. Hutan pada batuan ultrabasa
  8. Vegetasi pantai
  9. Hutan bakau
  10. Hutan payau
  11. Hutan rawa gambut
  12. Hutan rawa air tawar dan hutan rawa air musiman
  13. Hutan hujan tropika semi selalu hijau.
  14. Hutan gugur daun tropika lembab.
  15. Formasi lain yang beriklim musiman semakin kering.

Menurut Soerianegara dan Indrawan terdapat keragaman yang besar dalam vegetasi hutan di Indonesia, baik dari segi keadaan  lingkungan dan tempat tumbuhnya, maupun dari susunan floristiknya, sehingga pada waktu ini masih belum mungkin untuk menyusun klasifikasi vegetasi Indonesia yang lengkap.

Klasifikasi Pohon-Pohon
dalam Sebuah Hutan

Klasifikasi pohon dalam sebuah hutan sangat berguna bagi keperluan pengelolaan hutan.  Beberapa cara disebutkan dibawah ini :

  1. Klasifikasi berdasarkan ukuran, misalnya diameter setinggi dada dan tinggi pohon, seperti dalam hutan alam produksi  pada HPH :
    1. Semai , tinggi sampai 1,5 cm
    2. Pancang / sapihan tinggi > 1,5 m sampai diameter < 10 cm
    3. Tiang diameter 10 sampai dengan 19 cm
    4. Pohon inti, diameter  20 cm sampai 49 cm
    5. Pohon besar, diameter > 50 cm

    image hutan

2.  Klasifikasi berdasarkan posisi tajuk pohon.

Hal ini sangat bermanfaat pada hutan seumur seperti pada hutan tanaman jati, pinus, mahoni dan lain-lain.

Dominan :
pohon dengan tajuk lebar di atas lapisan tajuk, menerima sinar matahari dari atas dan sebagian dari samping.

Kodominan :
pohon dengan tajuk besar pada lapisan tajuk, menerima sinar matahari langsung dari atas dan sebagian dari samping. Tajuk agak lebih kecil dari dominan, tetapi sehat dan tegar.

Tengahan:
pohon dengan bagian besar tajuk di bawah lapisan tajuk atau terjepit, menerima sebagian matahari dari atas dan sebagian kecil atau tidak sama sekali dari samping.

Tertekan :
pohon dengan tajuk dinaungi pohon besar dan tidak menerima sinar matahari sepenuhnya, baik dari atas maupun dari samping.

Selain klasifikasi tersebut, terdapat penggolongan berdasarkan kualitas pohon sebagai berikut :

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s